Wisata Gunung Kawi dan Butak “Pesona Kota di Atas Bukit”

Gunung Kawi merupakan salah satu gunung berapi yang terletak di kota Malang, lebih tepatnya di desa Wonosari, Malang, Jawa Timur. Gunung Kawi sendiri berada pada ketinggian 2.551 meter di atas permukaan laut. Gunung Kawi juga memiliki kembaran, yaitu gunung Butak yang berada pada ketinggian 2.868 meter dia atas permukaan laut dan letaknya juga bersebelahan sama halnya dengan gunung Arjuno dengan gunung Welirang.

Selain dijadikan sebagai wisata pendakian, gunung Kawi juga dijadikan sebagai wisata ziarah yang berbau “mistis”. Sepanjang perjalanan kita menuju puncak gunung Kawi, akan banyak kita temui situs-situs peninggalan sejarah dengan gaya arsitektur Tiongkok yang berbentuk seperti kuil.

Tempat ini selalu ramai oleh para pengunjung, khususnya di akhir pekan, hari libur nasional serta di hari-hari tertentu yang dipercayai sebagai hari “mistis” seperti ketika malam Jum’at legi dan bulan Suro (kalender Jawa). Kawasan sekitar kaki gunung Kawi kini tidak lagi seperti kawasan wisata alam, melainkan sudah seperti kota yang ada di atas bukit. Dengan semakin menjamurnya hotel, losmen, penginapan, serta rumah makan yang berbaris mulai dari awal jalur pendakian hingga hampir mencapai puncak.

Rute perjalanan.

Untuk mencapai puncak gunung Kawi dan Butak ada beberapa rute perjalanan yang bisa kita gunakan, yaitu lewat jalur Bukit Panderman – Malang, jalur gunung Kawi Kepanjen, Jalur desa Gadingkulon – Dau – Malang dan juga jalur desa Semen – Gandungsari – Blitar.

Tetapi, rute yang paling sering digunakan oleh para pendaki adalah jalur pendakian dari desa Semen. Dari kota Malang kita bisa naik bus jurusan Blitar, kemudian turun di pasar Wlingi. Dari pasar Wlingi, kita akan melanjutkan perjalanan lagi menuju desa Semen, kemudian dilanjutkan lagi menuju ke PTPN XII Sirahkencong yang berjarak sekitar 11 Km dari desa Semen. Kita bisa menggunakan beberapa alternatif untuk menuju ke sana, yaitu dengan menumpang truk pengangkut teh, naik ojek ataupun menyewa pick-up untuk mengantar kita ke sana.

Sesampainya di PTPN XII Sirahkencong, kita harus lapor dulu dengan melampirkan surat izin dari Polsek Semen dan dari sinilah kita akan memulai pendakian.

Setelah keluar dari pos penjagaan PTPN XII Sirahkencong, mata kita akan dimanjakan dengan hamparan kebun teh yang sangat luas untuk menuju ke Wukir Negara (perbatasan perkebunan dengan hutan) yang bisa kita tempuh dengan sekitar satu jam perjalanan. Setelah sampai di Wukir Negara, kita akan masuk ke kawasan hutan Tropis dengan medan yang cukup berat (penuh tanjakan). Dari Wukir Negara menuju puncak gunung Kawi dan Butak masih sekitar 7-8 jam perjalanan lagi.

Ketika awal perjalanan dari pos yang ada di Wukir Negara akan kita temuai banyak persimpangan jalan, jadi sangat dianjurkan untuk bertanya kepada para petani sekitar yang kita temui ataupun menyewa orang untuk kita suruh sebagai potter. Dari Wukir Negara menuju ke pos bisa kita tempuh kurang lebih sekitar 90 menit dengan medan yang cukup landai. Pos 1 ini ditandai dengan hamparan lahan datar yang sangat luas dengan vegetasi berupa hutan basah yang rapat.

Dari pos 1 menuju ke pos 2 perjalanannya cukup melelahkan, karena medannya yang mulai menanjak dan hanya ada sedikit jalur landai yang bisa kita temui. Tetapi waktu yang kita butuhkan hampir sama dengan perjalanan dari Wukir Negara menuju pos 1, yaitu sekitar 90 menit karena jaraknya yg cukup dekat. Vegetasi dari pos 2 juga masih sama berupa hutan hujan tropis, namun sudah mulai terbuka (gundul).

Selanjutnya, perjalanan dari pos 2 menuju ke pos 3 juga bisa kita tempuh sekitar 90 menit. Di sini medannya lebih berat lagi, karena terus menanjak dan keadaan vegetasinya pun masih tetap sama dengan yang ada di pos 2, hanya saja lebih didominasi oleh pohon Cemara.

Dari pos 3 menuju ke pos 4 perjalanannya lebih melelahkan lagi, karena medannya yang lebih terjal dibandingkan dengan pos-pos sebelumnya. Vegetasi di pos 4 ini sedikit berbeda dengan pos-pos sebelumnya. Di sini suasananya lebih indah, karena banyak ditumbuhi oleh pohon Cemara dan juga bunga Edelweis. Tak jarang juga kita mendengar suara sahutan monyet serta kicauan burung yang semakin menambah semangat kita untuk segera sampai di puncaknya.

Kini tinggal satu pos lagi yang harus kita taklukkan, yaitu pos 5. Perjalanan dari pos 4 menuju ke pos 5 ini membutuhkan waktu yang sama dengan pos-pos sebelumnya. Vegetasi di pos 5 ini berupa hutan lumut dengan beberapa sisa bekas kebakaran hutan.

Dari pos 5, untuk mencapai puncak gunung Kawi dan Butak kita harus melanjutkan perjalanan lagi kurang lebih sekitar 20 menit, tentunya dengan medan yang semakin menanjak. Setelah melalui beberapa rintangan akhirnya kita sampai juga di puncak gunung Kawi dan gunung Butak, dari sini bisa kita lihat beberapa gugusan gunung lainnya, seperti gunung Semeru, Bromo dan lain sebagainya.

Tips sebelum melakukan pendakian

pramitadrm.blogspot.com
pramitadrm.blogspot.com

Mintalah surat ijin pendakian di Polsek Wlingi, baru kemudian melapor ke pos pertama dengan menyertakan surat ijin dari Polsek Wlingi. Jangan lupa juga untuk membawa identitas diri seperti KTP, SIM dan lain sebagainya.

Jika kamu mengambil jalur yang ada di artikel ini, kamu harus menyiapkan air minum secukupnya. Karena sepanjang perjalanan yang akan kita lalui sulit untuk ditemui sumber mata air. Namun, jika mengambil jalur yang lain, kamu nggak perlu khawatir karena banyak yang menjajakan makanan dan minuman. Tapi, jika kamu adalah seorang pecinta alam sejati, maka kamu akan mengambil jalur yang ini.

Demikian, sedikit informasi mengenai wisata gunung Kawi dan gunung Butak dengan segala keindahan serta rintangan yang akan kita temui nantinya.

Pastikan bahwa informasi yang kamu dapatkan seputar kota Malang, berasal dari malang.kotamini.com.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *