Indahnya Pantai Sendang Biru yang Jernih

Pergi berwisata ke pantai ketika akhir pekan atau ketika liburan tentunya akan sangat menyenangkan. Panorama lautan yang memukau akan membuat pikiran kita menjadi fresh lagi. Kamu tak usah jauh-jauh pergi ke Bali yang sejak terkenal akan keindahan pantainya.

Di Pulau Jawa sendiri banyak pantai eksotis yang masih belum terjamah. Di Malang misalnya, ada salah satu pantai yang sangat indah dan menjadi primadona para pecinta pantai. Pantai tersebut adalah Pantai Sendang Biru.

Keindahan Pantai Sendang Biru.

Optimized-andiputra2012.wordpress.com
Optimized-andiputra2012.wordpress.com

Pantai yang masuk dalam wilayah administratif Desa Sumber Agung, Kecamatan Sumber Manjing, Kabupaten Malang. Atau kurang lebih sekitar 30 km arah selatan Kota Malang. Pantai ini berada di Samudera Hindia dan berada dibalik sebuah pulau tak berpenghuni.

Walaupun berada di pesisir pantai selatan yang terkenal akan ombaknya, namun kamu nggak perlu khawatir. Karena, ombak di Pantai Sendang Biru ini sangatlah tenang, hal tersebut disebabkan karena terhalang oleh sebuah pulau konservasi (Pulau Sempu). Pantai Sendang Biru ini merupakan pembatas antara bibir pantai dan Pulau Sempu. Oleh karena itu, jika kita ingin ke Pulau Sempu tentu kita harus menyeberangi Pantai Sendang Biru terlebih dahulu.

Nama ‘Sendang Biru’ sendiri diambil dari karakter airnya yang bersih, jernih dan nampak kebiru-biruan. Oleh sebab itu dinamakan dengan Sendang Biru yang berarti ‘sumber air berwarna biru’. Selain itu, pantai ini juga dikenal sebagai tempat pelelangan ikan dan tempat bersandarnya perahu para nelayan yang juga disewakan untuk para wisatawan. Harganya juga bervariasi, untuk perahu motor disewakan dengan harga Rp100.000 saja, sedangkan perahu dayungnya disewakan dengan harga Rp50.000.

Jika kamu sedang berkunjung ke sini dan kebetulan berada di tengah laut, cobalah untuk melihat ke bawah laut. Kamu akan disuguhi dengan pemandangan biota laut yang terlihat dengan sangat jelas. Banyak ikan kecil yang berenang keluar masuk terumbu karang, dan pastinya akan membuat liburan kamu seru dan tak terlupakan.

Kalau sudah bosan bermain pasir dipinggir pantai, kita bisa menyewa perahu yang disediakan oleh nelayan sekitar untuk berkeliling Pulau Sempu serta menikmati eksotisme bibir pantainya yang sangat memukau. Di sini akan kita temui sebuah telaga yang disebut dengan Telaga Anakan. Selain itu, juga terdapat telaga lainnya yang dikenal dengan Telaga Lele dan Telagga Sat yang juga tak kalah indah.

Pokoknya, kamu bisa melakukan segala aktifitas pantai yang sangat menyenangkan, mulai dari berenang, memancing, berjemur, menyelam dan lain sebagainya. Jadi, buat kamu yang sudah punya rencana untuk liburan ke pantai, maka pantai yang satu ini sangat recomended untuk kamu kunjungi dan kamu jadikan sebagai destinasi wisata yang wajib untuk dikunjungi.

Pantai Sendang Biru ini dikelola oleh sebuah perusahaan negara milik Forestay. Oleh karena itu, fasilitas yang ada di sini juga sangat lengkap, mulai dari penginapan, rumah jaga, guest house dan beberapa jasa pelayanan yang menawarkan paket wisata di sini.

Selain itu, letak dari Pantai Sendang Biru ini juga berdekatan dengan beberapa pantai indah lainnya. Diantaranya ada Pantai Ngliyep, Pantai Kondang Merak dan Pantai Gua China.

Akses menuju Pantai Sendang Biru.

Untuk bisa sampai ke pantai ini, kamu bisa menggunakan kendaraan pribadi (roda dua atau empat) maupun kendaraan umum. Untuk yang menggunakan kendaraan umum, kamu bisa naik mkrolet jurusan Gadang – Turen – Sendang Biru dengan waktu tempuh sekitar 2 jam dari Kota Malang.

Jalan menuju ke sana juga sudah bagus dan beraspal, meskipun begitu harus tetap hati-hati dan jangan kebut-kebutan. Karena, kondisi jalan di sini sempit, berkelok-kelok, tikungan tajam, disertai banyak tanjakan dan turunan yang sangat curam. Untuk bisa masuk ke Pantai Sendang Biru kita akan dikenakan biaya retribusi sebesar Rp5000/orang.

Menikmati Eksotisme Pantai Berbukit (Pantai Bajul Mati)

Kota Malang memang juara kalau soal destinasi wisata, baik yang ada di pusat kota maupun alam bebas, salah satunya adalah pantai Bajul Mati. Meskipun namanya terdengar serem, tapi keindahannya sangat luar biasa.

Pantai ini berada sekitar 58 km dari Kota Malang, atau tepatnya di Desa Gajahrejo, Kecamatan Gedangan, Kabupaten Malang. Akses untuk menuju ke sana juga sangat mudah, dari Kota Malang ambil arah ke Turen – Sumbermanjing Wetan kemudian akan kamu temui sebuah yang menunjukan arah ke Pantai Bajul Mati.

Jalannya pun juga sudah baik dan beraspal, namun kamu harus tetap berhati-hati karena jalannya yang berkelok-kelok (maklum kawasan pegunungan). Pokoknya nggak usah khawatir bakalan tersesat, karena banyak sekali papan penunjuk arah yang terpasang.

Baca juga: Pantai Sipelot, Pantai Perawan nan Eksotis

Keindahan Pantai Bajul Mati.

freeyourhead.wordpress.com
freeyourhead.wordpress.com

Sebelum kamu masuk ke area Pantai Bajul Mati, akan kamu jumpai sebuah jembatan sapanjang 90 meter yang berbentuk setengah lingkaran. Sungguh suatu pemandangan yang sangat indah, desain jembatan yang sangat artistik ditambah lagi dengan pemandangan bukit-bukit karang serta lautan lepas yang biru merona. Tempat juga ini merupakan salah satu tempat favorit para pengunjung untuk mengabadikan momen.

Kurang dari 10 menit (dari jembatan) kita akan sampai di lokasi tujuan (Pantai Bajul Mati). Untuk bisa masuk ke area wisata ini kita harus membayar biaya retribusi Rp4000/orang. Pantai Bajul Mati merupakan salah satu pantai pasir putih dengan hamparan babatuan karang yang sangat menawan. Selain itu, pantai ini juga memiliki beberapa teluk yang sangat indah. Namun sayang, kita tidak dianjurkan untuk berenang di sini. Karena, kondisi pantai yang curam (banyak karang) dengan ombak pantai selatan yang terkenal cukup ganas.

Tapi nggak usah khawatir dengan hal tersebut, kita masih tetap bisa bermain air dengan leluasa di bibir pantai, yang di mana terdapat muara sungai. Air di muara tersebut juga sangat jernih dan tampak kehijauan. Ada yang menarik lagi dari tempat ini, yaitu ketika hari raya Idul Fitri atau tepatnya seminggu setelah lebaran, biasanya akan diadakan prosesi larung ketupat oleh warga sekitar pantai.

Pantai ini bisa dibilang sangat unik, yaitu adanya beberapa pulau karang yang mirip dengan bukit yang keluar dari dalam laut. Hal tersebut lah yang membuat pantai ini semakin menarik untuk dikunjungi, baik sendiri maupun bersama orang tercinta.

Sejarah Pantai Bajul Mati.

Menurut cerita yang saya peroleh dari warga sekitar, katanya! Pantai ini pertama kalinya ditemukan sekitar tahun 80-an. Ketika itu, disekitar pantai tersebut ditemukan seekor buaya yang sudah mati, oleh karena itu pantai ini dinamkan dengan Pantai Bajul Mati (Buaya mati). Namun, ada pendapat lain yang mengatakan dari mana asal mula dari nama tersebut. Dinamakan dengan Bajul Mati karena di pantai tersebut terdapat sebuah batu karang panjang yang mirip dengan seekor buaya.

Selain menawarkan panorama pantai yang sangat indah, di kawasan Pantai Bajul Mati juga tedapat sebuah gua yang bernama Gua Wil. Gua tersebut masih berada dalam satu komplek kawasan wisata Pantai Bajul Mati, untuk bisa sampai ke gua ini kita cukup berjalan kaki sekitar 300 meter saja ke arah timur pantai.

Gua tersebut berada di bawah sebuah bukit karang yang dikelilingi dengan ladang kelapa serta ketela pohon warga sekitar. Meskipun disebut dengan gua, tetapi tidak lubang masuk yang bisa digunakan untuk masuk, sehingga lebih tepat jika disebut sebagai batu karang yang dasarnya sudah terkena abrasi.

Pantai Sipelot, Pantai Perawan nan Eksotis

Tak perlu diragukan lagi, pantai di kawasan Kabupaten Malang memang selalu menjadi magnet tersendiri buat para wisatawan, baik yang dari dalam maupun luar kota. Pesona jajaran pantai pesisir selatan Kota Apel ini memang sangat mengagumkan.

Bukan hanya pantai yang sudah populer, seperti Balekambang, Ngliyep dan lain sebagainya. Tetapi ada juga pantai yang bisa dikatakan masih perawan pun, sangat layak untuk kita jadikan sebagai destinasi wisata.

Salah satu destinasi wisata pantai perawan (belum terjamah) tersebut adalah Pantai Sipelot. Pantai ini, secara administratif masuk ke dalam wilayah Desa Pujiharjo, Kecamatan Tirtoyudo, Dampit Selatan, Malang.

Pantai yang dikelilingi dengan perbukitan kapur nan hijau ini akan memberikan sensasi sejuk dan segar alami kepada para pengunjung. Ditambah lagi dengan bentuknya yang menyerupai teluk yang menyuguhkan hamparan pasir kecoklatan dan jernihnya air laut yang semakin memperjelas akan keindahan pantai ini.

Pesona keindahan Pantai Sipelot.

flickr.com
flickr.com

Berdasarkan cerita yang beredar, nama asli dari pantai ini adalah Spelot. Kata “Spelot” tersebut merupakan bahasa Belanda yang berarti ‘Persinggahan’. Pada zaman dulu, pantai ini memang dijadikan sebagai tempat persinggahan favorit para meneer dan menkouv Belanda.

Selain panorama pantai yang sangat indah, daya tarik lain yang dimiliki oleh pantai ini adalah air terjun yang bernama Coban Sipelot. Coban ini tidaklah tinggi seperti Coban Pelangi ataupun Coban Rondo, malainkan hanya setinggi 10 meter saja, dengan aliran air yang cukup deras.

Air terjun ini bisa dilihat dengan sangat jelas dari bibir pantai. Untuk bisa sampai ke sana (Coban Sipelot) kita harus menyeberang teluk terlebih dulu. Tetapi nggak usah khawatir, karena kita bisa menyewa perahu nelayan untuk mengantarkan kita ke Coban Sipelot dengan biaya sekitar Rp50.000 saja.

Selain dua hal tersebut, kita juga akan disuguhi dengan keunikan sebuah batu yang disebut dengan ‘Watu Gedeg’ yaitu, sebuah batu yang mirip dengan dinding yang terbuat dari bambu. Eits, bukan hanya itu saja! Kita juga bisa menikmati indahnya suasana pantai di atas sampan dengan sedikit goyangan lembut dari ombak yang datang.

Disebelah pantai juga terdapat sebuah sungai air tawar yang mengalir deras, sehingga kita bisa menggunakan air tersebut untuk membilas badan usai berenang di pantai. Untuk urusan perut, kita juga nggak perlu khawatir. Di sini banyak sekali warung-warung yang menyediakan makan dan minuman dengan harga yang standar pastinya. Kabar baiknya lagi, untuk bisa masuk ke area wisata ini kita tidak dikenakan biaya alias gratis.

Akses menuju Pantai Sipelot.

Akses untuk menuju Pantai Sipelot bisa dibilang sangat mudah. Karena, sepanjang akses jalan menuju kesana sudah bagus dan beraspal. Enaknya lagi, sepanjang perjalanan menuju ke sana, kita akan disuguhi dengan pemandangan alam yang sangat indah.

Rute perjalanan yang bisa kita ambil adalah lewat, Malang-Turen-Dampit-Tirtoyudo-Pujiharjo-Sipelot. Selama perjalanan kita dari Dampit ke Pujiharjo, kita juga akan disuguhi dengan pemandangan yang sangat indah. Yang di mana, sebelah kanan dan kiri pantai nampak dua buah bukit yang mengapit pantai Sipelot dengan begitu gagah dan indah.

Selamat menikmati keindahan serta eksotisme Pantai Sipelot yang masih terjaga keasriannya ini. Ingat! Selalu jaga kebersihan pantai, jangan buang sampah sembarangan ataupun merusak ekosistem yang ada di sana. Agar anak cucu kita juga bisa tahu dan ikut merasakan keindahan Pantai Sipelot.

Demikian sedikit informasi yang bisa saya sampaikan, semoga bisa bermanfaat buat kita semua. Pastikan bahwa, semua informasi yang kamu peroleh seputar Kota Malang, berasal dari malang.kotamini.com.

Pesona Pantai Ngliyep yang Masih Tersembunyi

Pantai Ngliyep merupakan salah satu pantai yang berada di pesisir Pantai Selatan dan terletak di tepi Samudera Hindia yang secara administratif masuk ke dalam wilayah Desa Kedungsalam, Kecamatan Donomulyo, Kabupaten Malang, Jawa Timur, atau sekitar 62 kilo meter ke arah selatan dari Kota Malang.

Luas area wisata ini kurang lebih sekitar 10 hektar yang terdiri dari area wisata, hutan lindung, lahan parkir dan juga penginapan. Masalah fasilitas bisa dibilang sudah lengkap lah pokoknya. Dulu, Pantai Ngliyep merupakan salah satu tujuan wisata paling populer di Jawa Timur bahkan jauh sebelum dikenalnya Pantai Balekambang dan Pantai Sendangbiru.

Kurangnya pengelolaan tempat wisata serta sengketa yang terjadi antara Pemerintah Daerah dan Perum Perhutani setempat, al hasil popularitas dari Pantai Ngliyep pun semakin terpuruk.

Keindahan Pantai Ngliyep.

Terlepas dari semua itu, memang tidak usah diragukan lagi akan panorama keindahan yang disuguhkan oleh pantai ini. Bagaimana tidak, pantai ini mempunyai hamparan pasir putih yang sangat luas dan lembut, terdapat area bermain yang luas dengan berbagai macam pepohonan rindang serta alunan ombaknya yang bisa membuat siapapun merasa ingin tertidur. Pantai ini juga dikelilingi oleh tebing-tebing curam serta hamparan hutan tropis yang selalu siap untuk memanjakan mata kita. Di sini juga terdapat sebuah pulau kecil yang dikenal dengan nama Gunung Kombang yang sering dijadikan sebagai tempat ritual untuk nyi roro kidul.

Tak jauh dari sini (Pantai Ngliyep) juga terdapat sebuah teluk dengan pemandangan yang sangat indah, yang dikenal dengan nama Teluk Putri. Dinamakan demikian, karena teluk ini dilapisi oleh pasir putih kurang lebih setebal 40 cm yang sangat bersih dan lembut, yang disebut-sebut mirip dengan kulit putri. Walaupun pasir tersebut tidak luas atau hanya 100 meter persegi saja, tetapi sangat nyaman untuk menyepi (menyendiri). Untuk menuju ke sana (Teluk Putri) kita hanya perlu berjalan kaki ke sisi kiri dengan menaiki bukit yang tidak terlalu tinggi. Tapi sesampainya di Teluk Putri kita harus berhati-hati, karena terkadang ada gelombang besar yang menyapu teluk ini. Oleh karena itu, pengunjung dilarang untuk mendekat ke bibir pantai dan hanya boleh berada di area pasir putih saja.

Uniknya, setiap tanggal 14 bulan Maulud (Rabiul Awal) pantai ini akan semakin ramai. Bukan oleh pengunjung, tapi oleh para warga sekitar yang mengadakan acara Labuhan yang sudah turun-temurun sejak zamannya Mbah Atun (Orang yang dipercaya sebagai penemu Ngliyep, tahun 1919). Labuhan sendiri merupakan acara adat masyarakat Jawa (pesisir) berupa selamatan yang biasanya disertai dengan acara menyembelih Kambing atau Sapi yang nantinya akan dibagi-bagikan kepada warga sekitar, serta dilarung atau dihanyutkan ke laut. Selain itu, warga sekitar juga membawa beraneka ragam sesaji dan diiringi dengan kesenian Jaranan serta pengawal yang memakai pakaian adat untuk mengarak sesaji tersebut ke Gunung Kombang yang berjarak sekitar 300 meter dari pesanggrahan Pantai Ngliyep.

Jalur menuju Pantai Ngliyep.

eastjavabeauty.blogspot.com
eastjavabeauty.blogspot.com

Akses untuk mencapai ke Pantai Ngliyep juga sangat mudah dan nyaman pastinya, karena jalanannya yang sudah bagus dan beraspal sejak tahun 1980. Kita bisa menempuhnya dengan menggunakan kendaraan pribadi ataupun naik mikrolet jalur GN1 dengan jalur Gadang-Ngliyep melewati Donomulyo atau jalur GN2 dengan jalur Gadang-Ngliyep melewati Sumbermanjing Kulon atau yang lebih dikenal dengan Kecamatan Pagak.

Untuk bisa masuk ke sini (Pantai Ngliyep) kita akan dikenakan biaya tiket masuk sebesar Rp5000/orang serta biaya parkir Rp5000/mobil. Ingat, selalu jaga kebersihan pantai agar anak cucu kita juga bisa menikmatinya dan bukan hanya mendengar kisahnya saja, atau yang lebih parahnya lagi anak cucu kita tidak tahu apa itu kepiting.

Demikian sedikit informasi mengenai Pantai Ngliyep yang ada di Malang, Jawa Timur. Pastikan semua info yang kamu peroleh seputar Kota Malang bersumber dari malang.kotamini.com.

Pantai Balekambang, Tanah Lot-nya Pulau Jawa

Jika kamu perhatikan foto di atas, mungkin hal pertama yang terpikirkan adalah Tanah Lot yang ada di Bali. Tapi sayangnya kurang tepat, foto di atas adalah panorama sunset di pantai Balekambang. Sekilas memang hampir sama dengan Tanah Lot di Bali dengan adanya Pura di atas pulau Karang.

Pantai Balekambang sendiri merupakan sebuah pantai yang berada di pesisir selatan pulau Jawa, yang secara administratif masuk dalam wilayah dusun Sumber Jambe, Srigonco, Bantur, Malang, Jawa Timur. Pantai ini merupakan salah satu obyek wisata andalan kabupaten Malang sejak tahun 1985-sekarang.

Pesona pantai Balekambang memang tak usah diragukan lagi, suasananya yang masih asri serta kebersihannya yang selalu terjaga, merupakan nilai tambah tersendiri yang semakin meyakinkan kita untuk datang mengunjunginya.

Garis pantainya yang membentang sepanjang 2 KM dengan lebar 200 meter merupakan tempat yang paling cocok untuk menikmati deburan ombak pesisir pantai selatan yang terkenal akan keindahannya. Selain itu, juga banyak terdapat berbagai macam jenis karang, ikan hias, serta kerumunan biota laut yang bisa kita nikmati keindahannya ketika air laut sedang surut.

Dari lepas pantai juga bisa kita lihat ada 3 buah pulau karang yang berjajar ke arah Barat. Pulau-pulau tersebut bernama, pulau “Anoman”, pulau “Ismoyo” dan pulau “Wisanggeni”. Di atas pulau Ismoyo terdapat sebuah Pura yang bernama “Amerta Jati”, kita bisa mengaksesnya dengan menggunakan jembatan yang menghubungkan antara pulau Ismoyo dengan bibir pantai (kurang lebih 100 meter).

Cerita menarik dibalik keindahan pantai.

infomalangraya.net
infomalangraya.net

Ada kisah yang menarik dibalik Pura Anumerta Jati ini. Yaitu dibangunnya Pura ini dibuat semirip mungkin dengan Pura yang ada di Tanah Lot Bali dan diprakarsai oleh Bupati Malang Edi Slamet pada tahun 1985. Selain sebagai tempat wisata, Pura ini juga masih sering digunakan sebagai tempat upacara keagamaan umat Hindu. Oleh karena itu, pantai ini selalu ramai oleh para pengunjung ketika hari-hari besar umat Hindu, baik untuk berwisata maupun melakukan ritual tertentu dan tak jarang juga ada wisatawan mancanegara yang datang ke sini.

Selain beberapa hal di atas, masih banyak lagi hal menarik yang pastinya hanya bisa kamu nikmati ketika berada di pantai Balekambang ini. Salah satunya adalah menikmati sunset pantai Balekambang yang menyuguhkan siluet Pura dengan background langit senja yang berwarna kuning keemasan. Penasaran! Datang aja langsung, hehe.

Fasilitas yang ada di Pantai Balekambang.

Fasilitas yang ada disini juga sudah lengkap kok. Mulai dari Mushola, warung dan kios yang menyediakan makanan dan minuman hingga suvenir serta permainan anak-anak, dengan harga yang relatif murah. Di sini juga terdapat wahana fliying fox, tetapi hanya tersedia di akhir pekan saja (Sabtu dan Minggu). Untuk tiket masuknya, setiap pengunjung akan dikenakan biaya sebesar Rp15.000/orang. Jika kamu ingin menginap, di sini juga terdapat banyak penginapan/hotel dengan kisaran harga Rp100.000-500.000/malam, tergantung dari layanan serta fasilitas yang kita harapkan.

Untuk rute perjalananya sendiri, kita bisa lewat jalur Malang-Kepanjen. Yaitu, lewat Gondanglegi, Pagelaran, Srigonco, Balekambang. Atau bisa juga lewat jalur Malang-Bululawang, yaitu lewat Gadang dan Kendalpayak baru kemudian lewat Gondanglegi, untuk seterusnya sama halnya dengan rute (Malang-Kepanjen).

Demikian sedikit informasi tentang pantai Balekambang Malang, Jawa Timur. Semoga bisa bermanfaat untuk kita semua.

Pastikan informasi yang kamu peroleh seputar kota Malang, berasal dari malang.kotamini.com.