Sentra Oleh-oleh Keripik Tempe Sanan Khas Malang

Berbicara soal keripik tempe, tempat yang paling layak untuk dikunjungi adalah pusat oleh-oleh keripik tempe Sanan yang berada di kelurahan Purwantoro, Kecamatan Blimbing, Kabupaten Malang.

Mungkin kamu bertanya-tanya, kenapa harus kesana? Menurut beberapa pengrajin keripik Sanan yang kebanyakan merupakan generasi kedua. Hampir semua warga Sanan merupakan pembuat sekaligus penjual tempe yang rata-rata merupakan industri rumahan (home made). Biasanya tempe yang dijadikan keripik adalah tempe yang tidak laku dijual.

Berhubung keripik tempe yang dijual merupakan tempe yang tidak laku dijual, oleh karena itu skalanya masih kecil. Hal tersebut dikarenakan core bisnisnya adalah sebagai penjual tempe. Seiring dengan berjalanan waktu serta aktifitas membuat keripik tempe tersebut terus dilakukan kemudian dipasarkan. Disamping itu respon dari pasar dan masyarakat cukup bagus.

Dari sekian banyak industri keripik tempe yang ada si Sanan, hanya ada beberapa saja yang mampu berkembang cukup bagus di tengah kerasnya persaingan pasar. Salah satunya adalah keripik tempe milik Bu Noer yang berada di Jalan Ciliwung Gang II No. 2 Kota Malang. Usaha yang dirintis sejak 1993 ini awalnya hanya bermodalkan Rp10000 saja, tapi kini sudah memiliki sekitar 30 orang.

Keripik tempe Sanan
anekatempatwisata.com

Demi memanjakan para pelanggannya, keripik tempe yang dibuat oleh keluarga Bu Noer tersedia dalam berbagai macam varian rasa. mulai dari original, rasa BBQ, rasa keju, rasa pizza, rasa ayam bawang, rasa spageti dan juga udang. Sehingga para konsumen bisa memilih keripik tempe sesuai dengan seleranya masing-masing, selain itu harganya juga cukup terjangkau.

Menariknya, hampir semua toko oleh-oleh yang ada di Malang termasuk keripik tempe sebagian besar dikuasai oleh para keluarga yang dulunya merupakan pengrajin sekaligus penjual keripik tempe.

Jika kamu kebetulan sedang berkunjung di Kota Malang, jangan lupa untuk membeli oleh-oleh khas Malang yang banyak tersebar di sudut-sudut Kota Malang.

Demikian sedikit informasi mengenai oleh-oleh khas kota Malang, yang salah satunya adalah keripik tempe Sanan. Pastikan bahwa semua informasi yang kamu peroleh seputar Kota Malang berasal dari malang.kotamini.com.

Inggil Museum Resto, Tempat yang Asyik Untuk Makan dan Belajar

Di postingan sebelumnya, sudah saya bahas salah satu tempat makan klasik yang masih bertahan sampai sekarang ini. Bagi yang belum sempat membaca, silahkan klik link-nya “Mencicipi Nikmatnya Es Krim Toko OEN (Old Fashioned Ice Cream in Malang)” dan nikmati es krimnya.

Ngomongin tentang yang klasik-klasik, kayaknya kurang lengkap jika belum menyimak tulisan di bawah ini.

Diboeka roema makan baroe! Namanja…
“INGGIL”
Hidangannja pasti memoeasken selera dan tempatnja laen daripada jang laen.
Toean-toean dan njonja-njonja silaken mentjoba!

Ternyata susah banget ya mengeja tulisan zaman dulu, untung sudah ada EYD (Ejaan Yang Disempurnakan) coba kalau belum? Pasti sudah banget ngomongnya. Tulisan di atas adalah semacam poster iklan yang digunakan untuk mempromosikan sebuah rumah makan. Rumah makan tersebut bernama “INGGIL” atau yang sekarang kita kenal dengan “Inggil Museum Resto”.

Kalau kita datang ke sini, bukan hanya perut saja yang akan kenyang. Kita juga akan menambah wawasan tentang Malang tempoe doeloe. Di sini banyak terdapat barang antik yang mungkin belum pernah kamu lihat sebelumnya. Pokoknya sesuai dengan namanya, yaitu Inggil Museum Resto.

Saat memasuki tempat ini, kita akan dimanjakan dengan interior resto yang sangat unik dengan suasana klasik nan kental. Ada beberapa macam opsi yang bisa kita pilih untuk menikmati hidangan dari Inggil Museum Resto, mau duduk di kursi dengan meja bisa atau yang pengen lesehan juga bisa. Uniknya lagi, di tempat ini terpajang foto Gunung Arjuno dengan ukuran super besar yang mereka tempatkan di dinding serta adanya gubuk lesehan dari bambu yang akan memberikan sensasi seakan-akan kita sedang makan di bawah kaki Gunung Arjuno.

Sambil menunggu pesanan datang, kita bisa berkeliling dulu untuk melihat apa saja yang ada di Inggil Museum Resto ini. Dijamin pasti kamu akan tercengang ketika melihat semua koleksi barang antik yang ada di sini. Bukan cuma barang antik, di sini juga akan kita temui koleksi uang kuno, poster-poster iklan tempo dulu, serta beberapa merk-merk rokok kretek zaman dulu. Penasaran bagaimana penampakannya! Silahkan cek gambar-gambar di bawah ini, untuk lebih jelasnya lagi datang aja langsung.

Koleksi barang antik Inggil Museum Resto.

inggil24
Inggil Museum Resto
inggil2
Inggil Museum Resto
inggil27
Inggil Museum Resto
inggil25
Inggil Museum Resto
inggil22
Inggil Museum Resto
inggil21
Inggil Museum Resto

Dibagian tengah resto juga terdapat sebuah panggung tradisional yang lumayan besar. Panggung tersebut biasanya digunakan untuk melangsungkan pertunjukan ketoprak, gamelan, keroncong dan juga dangdut campur sari. Sedangkan yang dibagian luar terdapat panggung wayang. Eits jangan salah! Meskipun resto ini lebih mirip dengan museum atau juga rumah budaya. Tetapi, di sini juga disediakan yang namanya WiFi. Kalau nggak percaya ini buktinya!

inggil13
Inggil Museum Resto

Menu andalan Inggil Museum Resto

Setelah puas berkeliling dan menikmati keunikan barang-barang antik yang ada di sini, saatnya untuk kembali ke meja makan dan menikmati semua menu makan yang sudah kita pesan tadi. Menu andalan dari Inggil Museum Resto ini adalah Gurame bakar/goreng dan ayam bakar/goreng. Begitu kamu mencoba menu tersebut, kamu akan dibuat kebingungan serta menebak-nebak kira-kira bumbu apa saja yang digunakan untuk memasak ayam/gurame hingga seenak ini.

Setelah semua menu yang dihidangkan habis dan perutpun terasa kenyang, tapi kok masih ada satu hal lagi yang membuat was-was. Yaitu soal harganya! Bagaimana tidak, makanannya enak, tempatnya yang bersih dan bagus serta pelayanan yang memuaskan, tentu harganya bisa bikin kantong jebol. Oh tidak! Ternyata dugaanku salah, harganya sangat bersahabat kok, yaitu mulai dari Rp10.000-30.000 saja.

Untuk kamu yang kebetulan sedang berkunjung ke Malang atau mungkin baru merencanakan hal tersebut. Jangan lupa datang ke tempat yang satu ini. Tepatnya di Jln. Gajahmada No.4 Malang Kota/Klojen.

Demikian sedikit informasi yang bisa sampaikan, semoga bisa bermanfaat untuk kita semua. Pastikan bahwa, semua informasi yang kamu peroleh seputar Kota Malang, berasal dari malang.kotamini.com.

Mencicipi Nikmatnya Es Krim Toko OEN (Old Fashioned Ice Cream in Malang)

Secara perlahan saya langkahkan kaki ke subuah restoran tua. Ketika sampai di depan pintu, tiba-tiba saya mencium aroma ubin tua dan kursi rotan yang begitu menyeruak. Seketika itu juga, mata saya langsung tertuju pada sebuah papan yang bertuliskan.

“Welkom in Malang, Toko OEN die sinds 1930 aan de gasten gezelligheid geeft”

Yang berarti:

“Selamat datang di Malang, Toko OEN adalah tempat untuk berkumpul dan bersosialisasi sejak 1930”

Konon katanya, pada zaman penjajahan dulu, tempai ini merupakan tempat favorit para mevrouw dan meneer Belanda untuk nongkrong sambil menikmati es krim. Atau bisa dibilang tempat nongkrongnya para sosialita zaman dulu.

Sejarah Toko OEN.

satyawinnie.com
satyawinnie.com

Toko yang sudah berdiri sejak tahun 1930 ini tidak pernah absen dari must visit list para wisatawan yang berkunjung ke Kota Malang, baik itu dari lokal maupun mancanegara. Apalagi turis yang datang dari Belanda, mereka niat banget datang ke sini (Toko OEN) dan terkadang sekeluarga diajak semua, mulai dari kakek-nenek hingga cucu-cucu mereka. Yang katanya untuk bernostalgia dengan semangkuk es krim yang dulu menjadi favorit dari nenek moyang mereka.

Ngomong-ngomong soal es krim ‘OEN’. Ternyata, se krim ini pertama kali diciptakan oleh seorang perempuan keturunan Tionghoa yang bernama Oma Oen yang pada awalnya membuka toko kue di Yogyakarta, kurang lebih sekitar tahun 1910-an. Baru kemudian, pada tahun 1922 Oma Oen mulai mengembangkan usaha es krim. Tak tanggung-tanggung, Oma Oen langsung membuka beberapa cabang yang tersebar diberbagai kota, diantaranya di Yogyakarta, Jakarta, Semarang dan Malang.

Namun, cabang Jakarta dan Yogya sudah ditutup dan hanya tersisa di Malang dan Semarang. Akan tetapi, yang di Malang ini sudah bukan milik dari keluarga Oma Oen lagi, karena kedai/toko tersebut sudah dijual kepada orang lain. Jadi, tinggal cabang Semaranng yang masih di pegang oleh keluarga Oma Oen.

Semua exterior dan interior yang di Toko OEN ini masih dipertahankan dengan sebagaimana aslinya. Kursi rotan, meja dengan taplak klasik ditambah lagi dengan adanya piano tua disudut ruangan yang semakin menambah aura klasiknya semakin kental. Kita bagaikan dibawa ke masa lalu dengan beberapa penampakan foto klasik Kota Malang tempo dulu, serta foto asli dari bapak Presiden Republik Indonesia yang pertama. Sebuah bangunan tua yang menjadi saksi bisu kehidupan orang-orang zaman dulu.

Bukan hanya gaya bangunannya yang tua dan klasik. Tempat ini juga akan menyajikan suasana yang klasik pula, hal tersebut nampak ketika ada pelayanan yang menyambut kedatangan kita dengan mengenakan pakaian putih sambil membawa celemek tua serta buku menu usang yang masih terjaga dan terawat sampai sekarang.

Menu Toko OEN.

se krim oen
soloraya.com

Menu es krim yang disajikan juga sangat beragam, mulai Tropicana Cream, Banana Split, Oen’s Spesial, Corn Ice Cream, Ice Cream Soda, Chocolate Parfait dan masih banyak lagi yang lain dan pastinya lumer di mulut. Selain ice cream, di sini juga menyediakan menu main course seperti nasi goreng, steak dan lain sebagainya. Harga yang ditawarkan juga relatif murah, pokoknya sebanding dengan rasanya.

Jika kamu sedang berkunjung ke Malang, tidak ada salahnya untuk mampir ke sini ‘Toko OEN’. Yang ada di Jln. Jend. Basuki Rachmad No. 5 Malang, Jawa Timur.

Demikian, sedikit informasi yang bisa saya sampaikan mengenai ‘Toko OEN’ dan semoga bisa bermanfaat, khususnya buat kamu yang sedang berkunjung ke Malang. Pastikan bahwa, semua informasi yang kamu dapat seputar Kota Malang, kamu dapatkan dari malang.kotamini.com.

Merasakan Sensasi Bergetar Ketika Makan Bakso President

Siapa coba, yang nggak suka bakso? Makanan yang satu ini memang sangat cocok untuk disantap ketika hujan. Bagaimana nggak mantap coba? Dingin-dingin makan yang anget-anget dan pedes, pas bangetlah pokoknya.

Kalau ngomong soal bakso, ya Kota Malang tempatnya. Hampir di setiap sudut Kota Malang akan kita temui yang namanya bakso, baik itu di kaki lima maupun di pusat perbelanjaan. Tapi, pernah nggak terpikirkan untuk menikmati bakso dipinggir rel Kereta Api?

Kalau belum pernah, kayaknya kamu perlu mencoba makan bakso yang satu ini. “Bakso President” begitulah orang-orang mengenalnya, bakso yang satu ini sudah sangat tersohor akan kelezatannya. Bukan hanya lezat, kita juga akan merasakan sensasi yang sangat luar biasa, yang mungkin tidak bisa kita dapati di tempat lain.

Sejarah Bakso President.

Tadinya saya sempat berpikir, kenapa dinamakan dengan Bakso President? Mungkin, ini bakso merupakan makanan favorit dari salah satu presiden, atau mungkin ada salah seorang presiden yang pernah berkunjung ke tempat ini. Usut punya usut, semua dugaan tersebut ternyata salah. Berdasarkan informasi yang berhasil saya kumpulkan dari narasumber, Bakso President ini ternyata sudah ada sejak tahum 1977 dan didirikan oleh Abah Sugito.

Pada awalnya, Abah Sugito berjualan bakso keliling dengan cara dipikul selama kurang lebih sekitar 5 tahun. Kemudian, sekitar tahun 1982 Abah Sugito mencoba untuk membuat sebuah warung sederhana dengan modal seadanya, beliau membangun warung tersebut tepat di belakang gedung Bioskop President Malang. Begitulah awal mula kenapa dinamakan dengan Bakso President seperti yang kita kenal hingga sekarang ini.

Menu Bakso President.

Tempat ini menawarkan berbagai macam menu bakso, mulai dari bakso biasa, Bakso Urat, Bakso Bakar, Bakso Telor, Bakso Goreng, Bakso Udang dengan tambahan pangsit basah/kering, ati ampela, siomay, lontong, tahu, mie dan lain sebagainya (pokoknya komplit). Oleh karena itu, Bakso President ini dijuluki dengan “Pelopor Bakso Malang Asli Full Variasi”. Perlu kamu tahu juga, bakso di sini dijual per satuan. Jadi, harus kamu perhatikan betul-betul daftar menunya sebelum memesan. Tapi, ada juga yang paketan, seperti paket campur biasa/hemat/komplit/spesial dan lain-lain.

Selain menu baksonya yang beragam kita juga mendapat dua opsi tempat makan, di dalam atau di luar (pinggir rel). Kalau saya sendiri lebih recommended yang di luar, soalnya kita bisa menikmati suasana ketika ada kereta yang melintas, ditambah lagi dengan meja yang bergetar serta kuping yang pengang, tentunya akan menjadi sensasi tersendiri dibandingkan dengan tempat lainnya. Karena harganya yang bersahabat, Bakso President kini menjelma jadi bakso favorit semua kalangan, baik itu yang berkantong pas-pasan ataupun yang berkantong tebal.

Kemarin saya sempat nyobain semua macam bakso yang disediakan di sini. Busyet! Ternyata semuanya enak, jadi pengen lagi dan lagi. Pas nyobain Bakso Bakarnya itu lho campur-campur rasanya, ada manis, renyah dan sedikit agak asin, pokoknya unik banget rasanya. Tapi, yang paling membuat aku berkesan adalah ketika nyobain Bakso Uratnya, yang masih berasa sampai gigitan terakhir.

bakso president
satyawinnie.com

Selain bakso, kita juga bisa mencoba camilan yang masih erat kaitannya dengan bakso. Namanya “keripik Bakso Spesial”, rasanya enak, renyah, gurih dan tentunya nggak beda jauh dengan versi yang berkuah. Keripik Bakso Spesial ini dijual seharga Rp15000/bungkus, cocok banget buat daftar oleh-oleh ketika sedang berkunjung ke Malang. Pokoknya jangan ngaku penggemar bakso kalau belum pernah nyobain bakso yang satu ini, Apa? “Bakso President”.

Lokasi Bakso President.

Terus, di mana itu “Bakso President” berada? Tenang, jika kamu sedang berkunjung ke Malang dan ingin merasakan sensasi makan “Bakso President”, ada dua opsi yang bisa kamu pilih.

1. Jika kamu datang dari arah jalan raya Surabaya-Malang, minta turun di Hotel Savana. Tepat di sebelah hotel tersebut ada sebuah gang kecil, jalan aja terus kira-kira sekitar 200 meter tepatnya sebelah kanan, akan kamu dapati yang namanya “Bakso President”. Perlu diingat, opsi yang pertama ini hanya bisa diakses menggunakan motor, sepeda dan jalan kaki saja.

2. Sebelum Hotel Savana, ada sebuah pertigaan yang diapit oleh SPBU dan Pizza Hut. Jika kamu datang dari arah Surabaya, kamu belok kiri kemudian lurus aja sampai ketemu perempatan, dari perempatan tersebut belok kanan dan lurus terus sampai kamu jumpai sebuah board yang bertuliskan “Bakso President”. Opsi kedua ini bisa kamu akses menggunakan mobil ataupun angkutan umum.

Atau lebih tepatnya di sini:

Bakso President Jln. Batanghari 5, Malang, 65111.

Demikian sedikit informasi mengenai “Bakso President”, semoga bisa bermanfaat dan selamat menikmati liburan di Kota Malang. Pastikan bahwa semua informasi yang kamu dapat seputar Kota Malang, kamu dapatkan dari malang.kotamini.com.