Candi singosari

Menilik Kemegahan Candi Singosari

Jika kamu termasuk seseorang yang pecinta akan budaya dan sejarah, tentulah tahu salah satu kerajaan yang paling tersohor di Jawa Timur? Ya benar, kerajaan Singhasari, atau yang sering ditulis dengan Singasari/Singosari. Dinasti Singosari sendiri merupakan keturunan dari Ken Dedes dengan dua suaminya, yaitu Ken Arok dan Tunggul Ametung. Sejarah dari kerajaan ini melahirkan sebuah legenda tentang keris Mpu Gandring yang terkenal, khususnya oleh masyarakat Jawa Timur.

Selain itu, kerajaan yang pernah berjaya pada zamannya ini tidak hanya meninggalkan cerita dan nilai-nilai sejarah semata, tetapi juga meninggalkan bekas bangunan bersejarah yang masih kokoh berdiri sampai saat ini. Peninggalan tersebut adalah Candi Singosari.

Apa itu Candi Singosari?

Candi Singosari (Singhasari) merupakan salah satu Candi bersejarah yang ada di Desa Candirenggo, Singosari, sekitar 10 km dari pusat Kota Malang yang terletak di antara Gunung Arjuno dan Pegunungan Tengger dan berada pada ketinggian 512 meter di atas permukaan laut.

Komplek percandian ini menempati area kurang lebih sekitar 200×400 meter yang terdiri dari beberapa macam Candi. Candi ini merupakan Candi peninggalan dari kerajaan Singosari (Singhasari) yang bergaya Hindu-Budha yang ditemukan sekitar abad ke-18 atau 1800-1850 Masehi. Para ahli Purbakala memperkirakan Candi Singosari ini dibangun sekitar abad ke-13 sebagai sebuah simbol penghormatan kepada Raja Kertanegara dari Kerajaan Singosari.

Di mana bangunan dari Candi Singosari ini berada di tengah halaman dan berdiri pada sebuah batur kaki dengan tinggi sekitar 1,5 meter yang tidak ada hiasan/relief. Tangga naik menuju ke selasar di kaki Candi juga tidak diapit oleh pipi tangga dengan hiasan Makara seperti yang ada pada Candi-candi lainnya. Pintu masuk untuk menuju ke tengah ruangan berada di tengah Candi yang menghadap ke Selatan, terletak di sisi depan bilik penampil (bilik kecil menjorok ke depan). Pintu masuk ini juga nampak sangat sederhana tanpa hiasan/relief. Selain itu, di atas ambang pintu juga terdapat pahatan kepala Kala yang sangat sederhana juga pahatannya.

Pada bagian Kanan dan Kiri bilik pintu, terdapat sebuah relung untuk menempatkan Arca tanpa bingkai dan juga kepala Kala. relung yang serupa juga ada pada ketiga sisi yang lainnya, tetapi dengan ukuran yang lebih besar yang lengkap dengan hiasan kepala Kala di atas ambang.

Candi Singosari ini bisa dikatakan sangat unik. Bagaimana tidak, jika dilihat sepintas bangunannya terlihat sepeti dua bersusun dua, karena bagian bawah dari atap Candi yang berbentuk persegi dan terlihat seperti ruangan kecil dengan relung yang ada di masing-masing sisinya. Kelihatanya relung-relung tersebut dulu berisi Arca, tetapi sekarang sudah dalam keadaan kosong. Pada setiap ambang relung didapati hiasan kepala Kala dengan pahatan yang cukup rumit. Bentuk atapnya bersusun seperti Pagoda, tetapi sebagian puncak atap tersebut sudah runtuh.

Situs bersejarah ini dulunya pernah dipugar, tepatnya pada masa pemerintahan Belanda atau sekitar tahun 1930-an. Tetapi pemugaran tersebut belum bisa menyeluruh, hal tersebut nampak di sekeliling halaman Candi yang masih banyak berjajar tumpukan batu yang belem sempat dikembalikan lagi ke tempatnya semula. Di sini juga ada beberapa Arca yang sebagian besar sudah dalam kondisi rusak atau yang belum selesai dibuat, diantaranya ada Arca Lembu Nandini, Durga dan juga Arca Syiwa dengan berbagai ukuran dan posisi.

Kurang lebih sekitar 300 meter ke arah Barat dari Candi Singosari akan kita temuai dua buah Arca Dwarapala (Raksasa penjaga gerbang) dengan ukuran yang sangat besar. Diperkirakan, berat dari masing-masing Arca tersebut mencapai 40 ton dengan ketinggian 3,7 meter dan lingkar tubuh yang mencapai 3,8 meter. Jarak antara kedua patung tersebut kurang lebih sekitar 20 meter yang sekarang dipisahkan oleh jalan raya. Diperkirakan Arca tersebut merupakan penjaga pintu gerbang dari istana Raja Kertanegara (1268-1292) yang terletak di sebelah Barat kedua patung tersebut.

Akses menuju Candi Singosari.

nisamufti.blogspot.com
nisamufti.blogspot.com

Untuk bisa sampai ke Candi Singosari, kita bisa mengaksenya dengan menggunakan kendaraan pribadi baik roda dua maupun empat, atau bisa juga menggunakan angkutan umum. Dari pusat Kota Malang, Arhkan kendaraan menuju ke jalur Malang-Surabaya hingga sampai di Pasar Singosari. Tidak jauh dari pasar tersebut, atau kira-kira sekitar 500 meter ke arah Utara pasar akan kita dapati tempat wisata ini. Karena letaknya yang cukup strategis, yaitu pada jalan poros Surabaya-Malang sehingga akan sangat mudah kita jumpai angkutan umum yang lewat Singosari. Tentunya hal tersebut akan sangat memudahkan kita yang tidak memiliki kendaraan pribadi.

Untuk biaya masuk ke Candi ini juga sangat murah, yaitu sekitar Rp5000 untuk /orang dewasa dan sekitar Rp3500 /anak. Selain bisa berlibur bersama keluarga, kita juga bisa sambil belajar mengenai sejarah pada zaman dulu.

Demikian sedikit informasi mengenai wisata sejarah Candi Singosari. Pastikan bahwa semua informasi yang kamu peroleh seputar Kota Malang, berasal dari malang.kotamini.com.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *