wisata sejarah candi kidal

Fakta Menarik Tentang Candi Kidal

Selain banyak terdapat wisata alam, Malang juga mempunyai destinasi wisata budaya dan sejarah yang sayang untuk dilewatkan. Banyak sekali situs peninggalan sejarah yang bisa kita temui di Kota Apel ini, dan salah satunya adalah Candi Kidal.

Mungkin nama itu cukup asing di telinga kita! Ya wajar saja, karena hanya ada beberapa orang saja yang mengenal Candi Kidal ini yang berbanding hampir 180 derajat dengan Candi Singosari yang sudah sangat terkenal kemana-mana. Padahal Candi Kidal ini tidak kalah menarik dan bisa kita jadikan sebagai pilihan tujuan wisata yang sangat menyenangkan, khususnya buat kamu yang suka dengan wisata sejarah dan budaya.

Lokasi Candi Kidal.

Candi Kidal ini berada di Desa Rejokidal, Kecamatan Tumpang, Kabupaten Malang, Jawa Timur, atau kurang lebih sekitar 20 kilometer ke arah Timur dari Kota Malang. Konon katanya, situs ini dibangun ketika masa peralihan kekuasaan Kerajaan Airlangga ke Kerajaan Kediri (Pertengahan Abad ke-12). Dan ternyata, Candi ini merupakan Candi pemujaan tertua di Jawa Timur.

Candi Kidal ini dibangun sekitar tahun 1248 Masehi, setelah diadakannya upacara pemakaman “Cradha” untuk Raja Anusapati dari Kerajaan Singosari. Tujuan dari dibangunnya Candi ini adalah untuk mendarmakan Raja Anusapati, supaya sang raja mendapatkan kemuliaan sebagai Syiwa Mahadewa. Sealin itu, ada hal menarik lain mengenai Candi Kidal ini, yaitu adanya relief kisah Garuda yang dipahat dengan sangat lengkap dibandingkan dengan Candi-candi lain yang ada di Jawa.

Kisah Candi Kidal.

Relief kisah Garuda yang terukir di situs bersejarah ini merupakan hasil duplikasi yang terdapat pada serat Jawa Kuno tentang Garudheya. Masyarakat Jawa Kuno, terutama yang terpengaruh oleh Hinduisme percaya dan meyakini cerita ini. Mitos Garudheya menceritakan tentang kisah perjuangan seekor burung Garuda yang berhasil menyelamatkan ibunya dari perbudakan yang ditebusnya dengan air suci amerta (air kehidupan).

Konon katanya, relief Garudheya tersebut dibuat atas dasar amanat dari Raja Anusapati yang ingin meruwat ibunya (Ken Dedes) yang sangat dia sayangi. Relief mitos Garudheya ini dibuat dengan sangat lengkap diseputar kaki Candi. Jika kamu berminat untuk bisa membaca relief tersebut, kamu harus menguasai teknik Prasawiya (berlawanan dengan arah jarum jam) yang bermula dari sisi bagian Selatan.

Pada relief yang pertama menggambarkan tentang seekor burung Garuda yang sedang menggendong 3 ular besar, relief kedua menggambarkan seekor burung Garuda yang membawa kendi di atas kepalanya, sedangkan pada relief yang ketiga menggambarkan seekor burung Garuda yang mengggendong seorang wanita. Dari ketiga relief tersebut, hanya relief kedua yang kelihatan masih utuh dan paling bagus dibandingkan dengan dua relief lainnya.

Nama dari Candi Kidal ini sendiri ternyata diambil dari keunikan reliefya, yang di mana berbeda dengan Candi-candi lainya yang biasanya menulis relief searah dengan jarum jam. Namun, tidak dengan Candi Kidal ini, justru reliefnya dibuat berlawanan dengan arah jarum jam. Oleh karena itu, Candi ini dinamakan dengan Candi Kidal, yang di mana kidal itu berarti kiri.

Secara keseluruhan bangunan Candi ini terbuat dari batu Andesit dengan dimensi geometris vertikal. Badan dari Candi ini berdiri pada batur (kaki Candi) setinggi kurang lebih 2 meter. Untuk menuju ke selasar di lantai kaki Candi, ada sebuah tangga batu yang tepat berada di depan pintu. Uniknya, tangga tersebut dibuat dengan tipis sehingga dari kejauhan tidak nampak seperti tangga masuk. Selain itu, tangga batu ini juga tidak dilengkapi dengan pipi tangga yang berbentuk ukel seperti yang terdapat pada Candi-candi lain. Akan tetapi, di kanan dan kiri anak tangga yang pertama terdapat Badug (tembok rendah) yang berbentuk siku dan menutupi samping serta sebagian sesi depan kaki tangga yang tidak bisa kita jumpai pada Candi-candi lain.

Pintu dari Candi Kidal ini menghadap ke arah Barat dan dilengkapi dengan bilik penampil yang dihiasi dengan Kalamakara (Kepala Kala) di atas ambangnya. Hiasan Kalamakara tersebut nampak sangat menyeramkan dengan mata yang melotot, mulut terbuka, serta terdapat dua taring besar dan bengkok yang memberikan kesan dominan. Ditambah lagi, pada sudut kanan dan kiri terdapat jari tangan yang mudra (sikap) mengancam yang membuat patung ini semakin sempurna seramnya. Di kanan dan kiri pintu masuk juga terdapat relung kecil untuk meletakkan arca yang lengkap dengan bentuk “atap” di atasnya, di atas ambang dari relung-relung tersebut juga bisa kita jumpai Kalamakara.

Keunikan lain dari Candi yang mempunyai luas sekitar 35 meter persegi ini terdapat pada atapnya. Atap dari Candi Kidal ini berbentuk kotak yang bersusun tiga (makin ke atas makin mengecil). Selain itu, puncaknya juga tumpul atau berbentuk persegi datar yang cukup luas dan tidak didapati Stupa di sana. Konon katanya, pada zaman dulu pada setiap sudut lapisan atap Candi dipasangi dengan berlian kecil.

Pada bagian dinding dan sekeliling kaki Candi juga terdapat pahatan yang bermotif Medalion berjajar yang diselingi dengan motif bunga dan sulur-suluran. Di bagian kanan dan kiri pangkal tangga dan juga setiap sudut yang menonjol keluar akan kita dapati patung binatang yang mirip dengan Singa duduk. Patung-patung tersebut terlihat sedang menyangga pelipit atas kaki Candi yang menonjol keluar dari selasar. Jika kita menelusuri setiap relief yang ada pada Candi ini dengan seksama, akan terlihat betapa megah dan indahnya salah satu Candi peninggalan Kerajaan Singosari ini.

Akses menuju Candi Kidal.

safrinadewi.wordpress.com
safrinadewi.wordpress.com

Oh ya, sampai lupa! Jika kamu ingin berkunjung ke wisata sejarah Candi Kidal ini, kamu bisa menggunakan kendaraan pribadi baik roda dua atau empat serta angkutan umum juga. Kamu hanya perlu menuju ke arah Tumpang dan ikuti petunjuk jalan yang ada. Jika kamu ingin menggunakan angkutan umum, kamu harus men-carter dulu angkutan tersebut, agar bersedia untuk mengantarkan kamu sampai ke tempat tujuan. Wisata sejarah Candi Kidal ini mulai buka pukul 07:00-17:00 (WIB), sedangkan untuk tiket masuknya sendiri pihak pengelola belum menerapkan tarif yang pasti dan sebatas sukarela dari pengnjung.

Demikian sedikit informasi mengenai wisata sejarah Candi Kidal, dan semoga bisa bermanfaat. Pastikan bahawa informasi yang kamu peroleh seputar Kota Malang, berasal dari malang.kotamini.com.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *