4 Opsi Menarik Untuk Menuju ke Puncak Gunung Arjuno dan Welirang

Gunung Arjuno merupakan salah satu gunung berapi dengan tipe Strato yang berada pada ketinggian 3.339 meter di atas permukaan laut dan berada di bawah pengelolaan “Hutan Raya Raden Soerjo”. Gunung Arjuno adalah gunung tertinggi ke-2 di Jawa Timur setelah Semeru dan tertinggi ke-4 di pulau Jawa. Selain itu, letak dari gunung Arjuno juga bersebelahan dengan gunung Welirang dengan ketinggian yang hampir sama.

Sejak zaman Majapahit, gunung Arjuno sudah digunakan sebagai tempat untuk memuja, sehingga akan banyak kita temui sisa-sisa peninggalan pada zaman Majapahit dalam bentuk arca maupun reruntuhan Candi yang berserekan mulai dari kaki gunung hingga ke puncaknya.

Setidaknya ada empat jalur pendakian yang bisa kita lalui untuk mencapai puncak gunung Arjuno, yaitu lewat jalur Tretes, Lawang, Purwosari dan Batu.

Jalur Pendakian Tretes

Tretes sendiri merupakan salah satu tempat wisata (Hutan Wisata), dalam area wisata hutan Tretes juga terdapat sebuah air terjun yang sangat indah, yaitu air terjun Kakek Bodo. Di sini juga banyak penginapan yang bisa kita gunakan untuk beristirahat sejenak sebelum melakukan pendakian.

Pendakian dimulai dari pos PHPA Tretes, setelah sekitar 4-5 jam melakukan perjalanan ke arah Barat Daya, kita bisa beristirahat dulu di sebuah pondok di mana tempat warga sekitar mencari bijih Belerang. Di sini juga terdapat sumber mata air yang melimpah, jadi kita nggak perlu khawatir jika ingin mandi ataupun mencuci.

Setelah beranjak dari pondok tersebut kita akan melewati hutan Cemara yang medannya cukup terjal dan berbatu. Kira-kira membutuhkan waktu sekitar 3 jam perjalanan dari pondok penambang Belerang untuk menuju ke puncak gunung Arjuno. Jika ditotal secara keseluruhan, perjalanan mulai dari Tretes hingga sampai ke puncak gunung Arjuno dibutuhkan waktu kurang lebih sekitar 7-8 jam. Setelah sampai di puncak gunung Arjuno (puncak Ogal-Agil, puncak ringgit) kita akan dimanjakan dengan pemandangan yang sangat indah, kita bisa melihat beberapa kota dari atas puncak gunung Arjuno, seperti Malang, Batu, Pasuruan, Surabaya dan juga laut utara.

Jalur Pendakian Lawang

Jalur pendakian Lawang merupakan jalur pendakian yang cukup praktis, dikarenakan akses menuju kota Lawang yang sangat mudah baik itu dari dalam maupun dari luar kota Malang. Untuk kamu yang berasal dari luar kota bisa langsung naik bus jurusan Malang dan turun di Lawang, sedangkan yang berasal dari dalam kota bisa langsung naik kendaraan pribadi atau juga naik bus dari terminal Arjosari menuju Lawang. Dari kota Lawang kita masih harus menuju ke desa Wonorejo untuk memulai pendakian.

Sesampainya di desa Wonorejo kita akan berjalan menuju Perkebunan Teh Wonosari yang berjarak sekitar 3 Km dari desa Wonorejo. Di sini kita wajib lapor dan meminta izin pada petugas PHPA sekaligus mempersiapkan perbekalan kita, karena di sini (Wonosari) merupakan desa terakhir yang akan kita lewati, selanjutnya adalah hutan belantara. Setelah berjalan sekitar 3-4 jam kita akan sampai di oro-oro ombo, di sini kita bisa mendirikan tenda untuk beristirahat.

Dari oro-oro ombo, kita masih harus melanjutkan perjalanan lagi sekitar 6-7 jam menuju puncak gunung Arjuno. Sepanjang perjalanan kita dari oro-oro ombo, kita juga akan melewati sebuah hutan yang bernama hutan Lali Jiwo dan juga padang rumput yang medannya sangat curam. Jika sudah mendekati puncak gunung Arjuno, kita akan melewati batu-batu terjal yang banyak ditumbuhi oleh tanaman indah.

Jalur Pendakian Purwosari

Jika kita ingin mendaki gunung Arjuno lewat jalur Purwosari dan kita datang dari arah Surabaya langsung saja turun di pasar Purwosari. Dari pasar Purwosari kita harus melanjutkan perjalanan lagi menuju desa Tambak Watu, ada beberapa alternatif yang bisa kita pakai. Yang pertama naik angkutan desa (warna kuning) dengan biaya sekitar Rp3000 atau bisa juga dengan naik ojek, kalau naik ojek biayanya relatif atau tergantung dari kesepakatan dengan si tukang ojek. Sesampainya di desa Tambak Watu, kita harus lapor dan minta izin pendakian di pos yang sudah disediakan (Rp2000/orang).

Awal pendakian kita bermula dari sini (desa Tambak Watu). Dari sini kita akan melewati hutan Pinus yang tertata sangat rapi dan di tengah-tengahnya banyak ditanami dengan pohon kopi dan juga pisang. Setelah berjalan kira-kira sekitar 1 jam perjalanan, kita akan sampai di sebuah gua yang bernama gua Antaboga yang berada di bawah tebing Batu menghadap ke arah Utara dengan kedalaman sekitar 1,5 meter, lebar 1 meter den tinggi sekitar 1,25 meter. Di sini kita bisa beristirahat sejenak di sebuah pondokan yang sering digunakan oleh para wisatawan yang berkunjung ke gua Antaboga.

Dari gua Antaboga kita masih harus melanjutkan perjalanan lagi menuju Petilasan Eyang Abiyasa yang bisa kita tempuh sekitar 1,5 jam. Dari petilasan Eyang Abiyasa, kira-kira sekitar 10 menit kita akan sampai di Situs Eyang Sakri. Setelah itu, kita akan melewati sebuah situs yang bernama situs Eyang Semar, namun tempat ini terkenal sangat angker, jadi tidak disarankan untuk beristirahat ataupun bermalam di sini meskipun ada beberapa pondok yang bisa ditempati untuk istirahat. Kemudian kita juga akan melewati Wahyu Makutarama dan juga puncak Sepiral.

Dari puncak Sepiral ini, jika kita berjalan menuju ke arah Kanan menyusuri bukit, kita akan sampai pada sebuah Candi yang bernama Candi Wesi. Di sini bisa kita jumpai beberapa peninggalan zaman Hindu-Budha dulu (Majapahit) salah satunya adalah tiga patung Pandawa yang dulunya ada lima, namun yang dua yitu patungnya Nakula dan Sadewa hilang dicuri. Dari sini, kita harus melanjutkan perjalanan lagi melewati sebuah Candi yang bernama Candi Manunggale. Dari Candi Manunggale kita masih harus melanjutkan perjalanan sekitar 5 jam lagi untuk mencapai puncak gunung Arjuno.

Jalur Pendakian Batu

Jalur ini berada di sebelah Barat gunung Welirang, jalur yang satu ini bisa dikatakan sebagai jalur yang paling menarik sekaligus menyenangkan. Bagaimana tidak, sepanjang kita melakukan perjalanan pendakian, kita akan dimanjakan dengan keindahan panorama alam yang mampu membuat pikiran kita menjadi tenang. Iklim kota Batu yang cukup dingin membuat kota ini menjadi salah satu kota penghasil buah-buahan terbesar di Indonesia.

Perjalanan pertama kita adalah menuju desa Sumber Brantas Lewar Selecta. Baru awal perjalanan saja kita akan dimanjakan dengan taman wisata Selecta yang berada pada ketinggian 1.200 meter di atas permukaan laut. Jika ingin beristirahat dulu di sini juga bisa, di sini banyak sekali losmen ataupun hotel yang bisa kita gunakan untuk menginap. Di desa ini juga terdapat sumber mata air yang berasal dari sungai Brantas yang juga masuk dalam kawasan perhutani Jawa Timur.

Dari desa Brantas kita akan berjalan menuju arah Pacet, Mojokerto, kurang lebih sejauh 8 Km. Dan sampailah kita di Cagar Alam yang masuk dalam kawasan Taman Hutan Rakyat Suryo, di sini kita bisa menikmati sensasi mandi air hangat yang berada di bawah kaki gunung Welirang. Dari sini kita masih harus terus berjalan melewati hutan Tropis yang sangat lebat.

Setelah melakukan pendakian kurang lebih sekitar 4 jam (dari Taman Hutan Rakyat Suryo) kita akan sampai di sebuah bukit yang menghubungkan antara gunung Arjuno dan gunung Welirang. Tepatnya di sebelah Tenggara gunung Kembar 1, di sini ada persimpangan ke arah Kiri jika ingin menuju ke gunung Welirang (perjalanan sekitar 2-3 jam), sedangkan yang ke arah Kanan ialah menuju ke gunung Arjuno (perjalanan 4-5 jam). Sepanjang perjalanan kita menuju ke puncak gunung Welirang dan Arjuno, mata kita akan dimanjakan dengan keindahan hamparan padang Edelweis serta bisa kita jumpai berbagai macam hewan liar seperti Lutung, Kijang, Rusa dan Tupai.

Tips sebelum melakukan pendakian

pramitadrm.blogspot.com
pramitadrm.blogspot.com

Pastikan kamu membawa semua perlengkapan yang akan kamu butuhkan untuk mendaki gunung, seperti Sapatu boots, Jaket tebal, masker, tali, tenda, persediaan makanan serta lain sebagainya. Jika kamu ingin perjalanan pendakian kamu semakin menarik ada beberapa opsi yang bisa kamu ambil. Yang pertama adalah lewat jalur Purwosari, di jalur ini banyak kita jumpai peninggalan sejarah zaman Majapahit dalam bentuk Candi dan Arca serta yang lainnya. Yang kedua adalah lewat jalur Batu dan Tretes, namun kita harus menyiapkan budget yang cukup tebal jika kita ingin melalui jalur ini, karena di jalur ini banyak sekali kawasan wisata yang mungkin akan menggoda kita untuk mengunjunginya. Yang ketiga adalah lewat jalur Lawang, jika kamu ingin perjalanan kamu lebih cepat.

Demikian sedikit informasi tentang jalur pendakian yang bisa kita gunakan untuk menuju ke puncak gunung Arjuno dan Welirang. Pastikan bahwa informasi yang kamu dapat seputar kota Malang berasal dari malang.kotamini.com.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *